Mengajarkan Konsep Terapung, Melayang, dan Tenggelam pada Siswa

Pagi itu kelas 8A tampak ramai karena guru di jam pertama belum masuk. Berbagai aktivitas dilakukan oleh siswa di kelas tersebut. Ada yang lempar-lemparan spidol, mengerjakan PR yang tertunda, ngobrol dengan teman sebangku, dan berbagai aktivitas lain hingga membuat gaduh. Kondisi tersebut berlangsung 15 menit setelah bel masuk. Tiba-tiba datang pak Budi yang saat itu bertugas sebagai piket.

Semua siswa langsung diam seketika waktu pak Budi masuk kelas.

"Selamat pagi anak-anak", sapa pak Budi.

Secara bersamaan, siswa menjawab salam pak Budi, "selamat pagiiiiii..... Pak."

Pak Budi masuk ke kelas menyampaikan bahwa pak Dani selaku guru jam pertama, mapel IPA Terpadu berhalangan hadir. 

Setiap ada guru yang tidak masuk, berarti menjadi tugas piket menggantikan tugas guru tersebut. Guru piket menyampaikan tugas guru yang tidak masuk dan mendampingi siswa dalam mengerjakan tugas tersebut. Jika memungkinkan, guru piket juga diminta menjelaskan jika ada siswa yang bertanya tentang kesulitan belajar.

Tugas dari pak Dani tentang konsep terapung, melayang, dan tenggelam. Siswa diminta menjawab soal tentang materi tersebut.

30 menit berlalu, pak Budi menanyakan sudah selesai apa belum. Ternyata banyak yang belum selesai dan mengeluh sulit.
Mengajarkan Konsep Terapung, Melayang, dan Tenggelam pada Siswa
Praktikum terapung,  melayang,  tenggelam pada telur: catatanguruipa.wordpress.com
Pak Budi yang aslinya guru matematika tersebut, meminta salah satu siswa ke warung sebelah beli telur bebek mentah dan garam. Kemudian pak Budi pamit keluar sebentar mengambil baskom kecil dan air.

Beberapa saat, pak Budi dan siswa kembali dan membawa keperluan praktikum. 

Baskom yang berisi air dimasuki telur bebek mentah. Siswa disuruh mencatat apa yang terjadi, telur tenggelam, melayang, atau terapung.

Setelah di catat, air diberi garam sedikit demi sedikit, siswa disuruh mencatat perubahan posisi telur dalam air.

Kemudian siswa disuruh baca literatur terjadinya terapung, melayang, tenggelam. 

Konsep yang di temukan dari kegiatan siswa yang dipandu pak Budi sebagai berikut:
Konsep terapung,  melayang,  tenggelam: solusipendidikan.com
Pertama, telur bebek dimasukkan air, akan tenggelam. Hal ini disebabkan karena massa jenis telur bebek lebih besar dibanding massa jenis air.

Kedua, saat penambahan garam dalam air, lama kelamaan telur bebek akan melayang (posisi telur tidak di dasar air dan tidak di permukaan air). Kondisi ini di sebabkan karena massa jenis telur bebek dan air sama.

Ketiga, saat kondisi telur malayang, air ditambahi garam sedikit demi sedikit akan menyebabkan telur lama-lama terapung (berada di permukaan zat cair. Kondisi ini disebabkan karena massa jenis telur bebek lebih kecil dibanding massa jenis air.

Keempat, garam dapat meningkatkan massa jenis air.

Ayo Bapak Ibu guru, mau nyoba ngajar seperti pak Budi? 

Siswa butuh pengalaman belajar dalam bentuk realita. Jadi jangan hanya sibuk ngurus perangkat yang njlimet, tapi pelaksanaan belajar tidak menarik dan hanya berpacu pada text book. Sudah gak jamannya.
Share

0 Response to "Mengajarkan Konsep Terapung, Melayang, dan Tenggelam pada Siswa"

Post a Comment

Mulutmu harimaumu. Oleh karena itu jaga komentarmu 😉

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel