Pak Guru Ganti Pak Google

Pak guru ganti pak google
Pak guru ganti pak google. Masa dimana perkembangan Teknologi Informasi (TI) di Indonesia mengalami kenaikan drastis. Meskipun sebagian besar tekhnologi bukan produk anak bangsa sendiri, tapi produk tersebut mampu menyentuh hampir semua lapisan masyarakat. Bahkan anak sekolah juga semakin didekatkan dengan TI untuk menggali informasi dari internet sebagai penunjang belajar.  Namun, perlu disadari bahwa penggunaan internet sebagai media pencari informasi dapat membuat "pak guru ganti pak google". Maksudnya peran guru lama-lama bisa digantikan oleh mesin pencari terbesar yaitu google.

Jika suatu saat peran guru tergeser oleh peran mesin pencari seperti google, bing, yahoo atau yang lainnya, maka kemungkinan akan ada dampak negatif dan positif tergantung informasi yang diserap, karena peran mesin pencari hampir sama dengan guru yakni bersifat mempengaruhi pembaca informasi. Jika informasi yang dibaca baik dan benar, kemungkinan besar pembaca akan bersikap benar. Begitu juga sebaliknya.

Adanya pemikiran saya bahwa google bisa menggeser peran guru tersebut, membuat saya belajar tentang dunia blogging. Sudah tahu kan blogging itu apa? Itu lho yang tulis menulis di blog atau website. Yang ditulis macam-macam tergantung tujuan penulisnya.

Kalau saya harus bertahan untuk jadi guru saja, jangkauan  untuk memberi informasi sangat minim, karena hanya terbatas di lembaga formal saja. Sementara efek candu google sudah menjangkit anak usia sekolah, bahkan pra sekolah juga sdah ada yang mahir mengoperasikan internet termasuk gogle. Hampir semua tugas anak-anak sekolah juga bersumber dari google. Suruh mencari puisi, jawab soal juga banyak yang cari solusi lewat google, seakan "google is the best teacher". 

Dengan terjunnya saya ke dunia blogging, saya ingin berbagi informasi yang baik dan bermanfaat untuk generasi. Dengan tujuan saya tersebut, jelas bertentangan dengan mereka yang bertujuan tidak baik, termasuk penyebar hoak.

Untuk blog saya ini yang bertajuk corat-coret, lebih banyak berkutat perihal pendidikan, baik itu yang berhubungan dengan pendidikan formal maupun non formal.


1. Merasa senang jika tulisan ternyata bermanfaat untuk orang lain.  Apalagi kalau sampai ada pembaca setia yang menunggu-nunggu tulisan saya.

2. Bisa mengajar tanpa terikat waktu dan tempat. Kapanpun dan dimanapun bisa mengajar, asal ada koneksi internet si. Hehee

3. Bisa menuangkan ide yang terperangkap di pikiran. Terutama ide yang sulit diterapkan pada sekolah formal yang memiliki ketentuan seabrek. Jangankan mau menerapkan, kadang mengungkapkan saja sudah dipandang sebelah mata. Bahkan kadang tidak ada kesempatan untuk mengungkapkan, maklum ada senioritas berdasarkan usia. Siapa yang tua, dia yang senior dan dianggap paling wow.

4. Bisa silaturahmi dengan para blogger lain lewat komentar di tulisan atau blog walking (menjelajahi blog orang lain). Apalagi seperti saya ini banyak dibantu oleh komunitas blogger Tuban, jadi sudah menjadi kewajiban saya silaturahmi ke blog anggota komunitas tersebut.

Demikian ulasan saya tentang pak guru ganti pak google. Itu hanya buah pikir saya, semoga tidak terjadi. Bagaimanapun guru sangat berarti. Kalaupun banyak yang menggunakan google sebagai penunjang belajar, semoga tetap menggunakan jasa guru sebagai pendamping mereka untuk belajar lewat internet agar mereka tidak tersesat termakan berita hoak.
Share

1 Response to "Pak Guru Ganti Pak Google"

  1. Semoga aja juga mendapatkan penghasilan dari blog ya pak

    ReplyDelete

Mulutmu harimaumu. Oleh karena itu jaga komentarmu 😉

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel