BBM Naik, Masyarakat Diam Saja: Provokatornya Sudah Mati!

Juli 2018, BBM naik, masyarakat diam saja. Tak berkutik. Sudah gak da provokator demo. Provokatornya sudah mati. Atau mungkin tobat. Bisa juga bersembunyi. Atau masyarakat makin cerdas, anti provokasi? Hebatnya mak Romlah (nama samaran) sebagai penjual bensin eceran juga paham bahwa damai itu indah. Gak buang energi untuk demo lagi. 

Sebelum pak Presiden saat ini, wah rame kalau BBM naik. Padahal harganya masih mahalan rokok. Bahkan ketika pak Presiden saat ini menjabat. Sempat demo saat naik harga BBM nya. Demo monggo, namanya demokrasi. Tapi waktu itu tetap aja naik. Bahkan ada penghapusan BBM subsidi pelan-pelan. Bensin yang dirasa sudah gak jamannya lagi. 
BBM naik, masyarakat diam saja

Namun tak hanya kenaikan, pernah juga BBM turun. Harga kok naik turun? Ya memang begitu hukum jual beli. Apalagi ini hukum jual belinya sedunia. Ya ikuti aja harga minyak dunia. Jangan main harga sendiri. Tekor nanti.

Kebijakan yang beda dengan masa sebelumnya. Awalnya dianggap pemerintah lagi gila.bin sinting bin edan. Sekarang mungkin sudah diakui jempol.  Bahkan mampu menyadarkan masyarakat lebih mandiri. Tidak bergantung pada subsidi. 

Di SPBU, kalau diamati. Banyak pemilik motor yang mengisi motor menggunakan pertamax. Padahal gak subsidi lagi. Syukurlah! Mengisi BBM non subsidi sama dengan membantu keuntungan negara. Tanda kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Semoga pemerintah tidak menyalahgunakan.
Share

0 Response to "BBM Naik, Masyarakat Diam Saja: Provokatornya Sudah Mati!"

Post a Comment

Mulutmu harimaumu. Oleh karena itu jaga komentarmu 😉

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel