Memaknai Kerja Bakti Menjelang Hari Kemerdekaan

Minggu, 12 Agustus 2018. Warga jalan Bayam 2, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang - Kota Malang, melakukan kerja bakti menyambut kemerdekaan RI ke 73 yang jatuh tanggal 17 Agustus. Hari sakral sebagai tanda pernah dijajah bangsa asing. Kerja bakti yang dilakukan antara lain bersih-bersih dan juga  menghias lingkungan dengan pernak-pernik, serta pengadaan lomba-lomba tertentu.

Bendera merah putih aneka ukuran dipajang di setiap bentang jalan. Yaaa, itulah bendera pusaka bangsa Infonesia, yang konon pernah ada pahlawan yang menyobek bendera merah - putih - biru milik penjajah, hingga tersisa warna merah - putih saja.

Kerja bakti yang dilakukan warga tersebut menandakan kecintaan terhadap negara. Tanda bahagia atas kemerdekaan. Tanda syukur atas karunia Tuhan.

Berbagai kegiatan digelar sebagai simbol semangat untuk berpacu dalam prestasi serta mengajarkan anak², bahwa dulu dalam merebut kemerdekaan, butuh perjuangan besar. Bahkan harus mengorbankan nyawa.
Kerja bakti

Mungkin kita beranggapan bahwa saat yang sudah merdeka ini, kita tinggal leha-leha, bersantai ria. Namun perlu kita sadari, penjajahan saat ini bukan penjajahan fisik yang perlu perang nyata. Penjajahan yang sudah didepan mata adalah penjajahan digital. Dimana bangsa kita dimanjakan oleh produk teknologi informasi yang dengan cepatnya menyebarkan ucapan kebencian sana-sini dan berakibat perpecahan. Berita bohong (hoaks), masih merajalela. Masyarakat dengan mudahnya men-sharing  tanpa menyaring terlebih dahulu, karena tingkat pendidikan yang masih belum berhasil menciptakan cara berpikir logis, kreatif, dan cerdas.
Share

1 Response to "Memaknai Kerja Bakti Menjelang Hari Kemerdekaan"

  1. Semangat nulis juga untuk memberikan edukasi positif untuk penerus generasi masa kini

    ReplyDelete

Mulutmu harimaumu. Oleh karena itu jaga komentarmu 😉

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel