Kerupuk Barokah 6000

Seperti biasa, saya menjalani rutinitas sebagai pengantar/ kurir sayur organik ke pelanggan dan toko-toko.

Tapi siang itu seperti mengulang siang-siang sebelumnya. Bertemu dengan penjual kerupuk Barokah 6000.

Apa yang spesial dengan kerupuk itu?

Dijajakan oleh ibu yang sudah renta. Menggunakan sepeda onthel yang tidak dinaiki. Hanya dituntun saja. Sepeda tersebut penuh dengan krupuk. Aneka rasa. Bawang, bawang-ketumbar, palembang, dan lain-lain.

Saya coba menyalip. Berhenti dan melambaikan tangan ke ibu tersebut. Sebagai isyarat mau beli.

"Iya sayang, silahkan. Pilih sendiri saja. Mau yang rasa apa", ucap ibu tersebut.

Saya pun bertanya, "rasa bawang yang mana bu?"

Ibu tersebut menunjuk yang bagian belakang. Sambil meyandarkan sepeda di jagrak nya. Dan melebarkan payung.

Tapi ibu ini kesulitan melakukan itu semua. Hingga akhirnya, saya di pegangi gunting untuk mengambil sendiri kerupuknya.

Kerupuk itu ditali dengan rafia. Agar tidak mlempem. Tali kerupuk-kerupuk tersebut di jadikan satu dan di talikan di sepeda. Ada ratusan bendel kerupuk di talikan di bagian depan-belakang sepeda.

Panggilan beliau bu Nur. Tempat tinggalnya di belakang Rumah Sakit Supraoen Malang.

Menurut pengakuan beliau, sudah menjajakan krupuk Barokah sekitar dua tahunan. Salah satu tempat mangkal beliau ada di Masjid Muhajirin.

Bu Nur pantang meminta-minta meski sudah renta.

"Suami saya sudah meninggal. Daripada merepotkan anak dan menantu, lebih baik berusaha sebisanya", ungkap bu Nur.

Hal ini bisa kita jadikan pelajaran. Jangan bermalas-malasan. Apalagi masih muda. Punggung, kaki, tangan, otak, dan seluruh organ tubuhmu yang masih lebih kuat dibanding bu Nur, harusnya lebih produktif. Jangan suka ngemis, termasuk ngemis kerjaan: berkeluh kesah tentang sulitnya mencari pekerjaan. Yuukkk.... pakai otak untuk berkarya dan bekerja.

Saya yang tak sempat meminta foto bu Nur, karena juga terburu-buru dan juga khawatir mengganggu lalu lintas parkir. Karena kami bertransaksi sambil sedikit ngobrol tepat di wilayah parkiran ruko.

Hanya satu foto yang sempat saya jepret. Itupun dari belakang. Tepat dengan tulisan kerupuk Barokah 6000.

Kerupuk barokah


Mungkin, maksud barokah adalah (anda lanjut sendiri).


Mas Ito
Blogger, agropreneur

Related Posts

1 comment

Post a Comment

Mulutmu harimaumu. Oleh karena itu jaga komentarmu 😉

Subscribe Our Newsletter